Copyright @ 2014 Prulintang, Alright Reserved. Powered by Blogger.

Pentingnya Asuransi Investasi Pendidikan Anak

Setelah browsing cari informasi tentang investasi untuk pendidikan saya dapatkan informasi penting ini:


SALAM pak. Saya seorang kepala rumah tangga dengan pendapatan Rp600 ribu-Rp1 juta per minggu. Saya bermaksud untuk menyiapkan masa depan anak saya dari sekarang. Terutama soal pendidikannya. Lalu saya ingin berinvestasi pada reksa dana agar uang yang saya sisihkan untuk mempersiapkan pendidikan anak saya tersebut bisa menghasilkan. Yang ingin saya tanyakan adalah, reksa dana seperti apakah yg sekiranya cocok buat saya. Dan anak saya tersebut masih berumur lima tahun. Sekian dan terima kasih. (Ilham)

Jawab:

Salam Pak Ilham,

Apa kabar? Semoga selalu sehat dan bersemangat ya Pak, karena peran Bapak sebagai kepala keluarga sungguh tidak mudah, namun saya yakin Bapak adalah pribadi yang bertanggung jawab dan mengasihi keluarga, ini terlihat dari rencana Bapak yang ingin mempersiapkan dana untuk pendidikan anak Bapak yang masih berumur lima tahun.

Pilihan Bapak untuk menggunakan reksa dana sebagai instrumen investasi untuk mempersiapkan dana pendidikan anak sudah baik. Dikarenakan salah satu kelebihan reksa dana adalah mempunyai beberapa jenis yang bisa disesuaikan dengan tujuan investasi berdasarkan jangka waktu.Misalnya, dalam kasus Bapak untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Dan untuk berinvestasi di reksa dana pun bisa dimulai dengan dana yang relatif terjangkau.

Seperti yang kita ketahui, jenjang pendidikan mempunyai jangka waktu yang berbeda-beda, dan jika saat ini usia anak Bapak lima tahun, berarti dalam jangka waktu satu tahun ke depan akan memasuki jenjang SD, lalu enam tahun ke depan memasuki jenjang SMP dan sembilan tahun ke depan akan memasuki jenjang SMA dan dua belas tahun selanjutnya akan memasuki dunia perguruan tinggi.

Tentunya diharapkan menjelang kenaikan jenjang pendidikan tersebut, dana yang dibutuhkan sudah siap digunakan dan jumlahnya pun diharapkan tidak meleset terlalu jauh antara dana yang dibutuhkan dan dana yang telah disiapkan. Karena itulah sebenarnya inti dari perencanaan keuangan. Yakni membantu Bapak sebagai kepala keluarga untuk bertanggung jawab dengan perencanaan keuangan yang terarah.

Nah agar Bapak bisa mengumpulkan dana yang dibutuhkan untuk setiap jenjang dengan lebih tepat, maka Bapak juga harus mengetahui berapa biaya sekolah yang yang menjadi target sekolah anak di kemudian hari. Jangan lupa untuk memperhitungkan juga inflasi pendidikannya. Karena biasanya biaya sekolah akan mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

Untuk dasar pemilihan reksa dana, salah satu faktor penting yang menjadi pertimbangan adalah berapa lama investasi tersebut akan digunakan. Untuk jangka waktu 0- 2 tahun, instrumen yang disarankan adalah tabungan dan deposito, 3-5 tahun bisa menggunakan instrumen reksadana campuran dan di atas 5 tahun bisa menggunakan reksa dana saham, perlu diingat untuk sebaiknya melakukan switching atau pemindahan dana ke instrumen yang lebih rendah risiko seperti tabungan atau deposito jika dana telah terkumpul atau minimal 1 tahun sebelum dana digunakan.

Misalnya untuk kebutuhan SD yang tinggal satu tahun lagi, maka jika kebutuhan uang pangkal SD saat ini misalnya Rp3 juta, maka sebaiknya Bapak menyiapkan Rp3,3 juta hal ini untuk mengantisipasi inflasi biaya pendidikan tadi. Dan karena jangka waktunya hanya satu tahun, sebaiknya Bapak mulai mencicil pada instrumen tabungan saja selama 10 bulan misalnya, sehingga untuk biaya uang pangkal SD Bapak wajib menyisihkan Rp330 ribu setiap bulannya.

Untuk persiapan Biaya SMP karena masih 6 tahun lagi, Bapak bisa menggunakan reksadana campuran dengan perkiraan rata-rata hasil investasi setiap tahunnya 15 persen-20 persen. Jadi Misalnya Biaya uang pangkal SMP saat ini Rp5 juta maka Bapak harus menghitung nilai Rp5 juta dengan inflasi pendidikan asumsinya 10 persen untuk masa 6 tahun yang akan datang.

Bapak bisa menggunakan formula dalam excel untuk menghitung nilai masa depan (Future Value)dan berapa jumlah yang harus disisihkan untuk mencapai target dana? Bapak bisa menghitungnya dengan formula PMT.Untuk kasus ini saya hitung target dana adalah Rp8.857.805 dan jumlah yang harus disisihkan adalah Rp100.000 per bulan selama 5 tahun di reksa dana campuran.

Demikian pula untuk jenjang SMA dan perguruan tinggi, sebaiknya mencari informasi biaya saat ini agar perkiraan kebutuhan dana bisa dihitung dengan lebih tepat.

Setelah tahu berapa dana yang harus disisihkan setiap bulan, maka selanjutnya adalah Bapak memilih reksadana sesuai jenis yang direncanakan. Tetapi jangan lupa untuk memperhitungkan risk profile Bapak Ilham sendiri, jika masih belum paham mengenai reksa dana dan tidak mampu menerima risiko naik atau turunnya nilai investasi maka sebaiknya pilih instrumen yang lebih konservatif saja, seperti tabungan dan deposito, namun ada harga yang harus dibayar dari rasa aman tersebut, yakni Bapak harus mengumpulkan dana lebih besar lagi karena umumnya investasi yang rindah resiko memberikan hasil investasi yang rendah pula.

Ada istilah tak kenal maka tak sayang, maka ketika Bapak Ilham makin tahu lebih tentang reksa dana, bisa dimungkinkan risk profile Bapak bergeser menjadi lebih dapat menerima risiko dan Bapak bisa mulai untuk berinvestasi di reksa dana yang memberikan hasil investasi lebih tinggi dengan risiko yang lebih tinggi pula.

Bapak bisa memilih berbagai macam produk reksa dana yang ada di pasaran saat ini dengan mempertimbangkan kinerja reksa dana, manajer investasi yang mengelolanya, biaya-biaya yang mungkin terjadi, serta portofolio dari reksa dana itu sendiri. Semua data tersebut bisa Bapak lihat pada prospektus ataupun fund fact sheet dari produk reksa dana.

Jangan lupa juga untuk menyiapkan proteksi untuk investasi Bapak. Proteksi ini dimaksudkan jika ternyata Bapak sebagai kepala keluarga yang sedang mencicil investasi untuk biaya pendidikan anak, tetapi di tengah jalan mengalami risiko kehilangan pendapatan karena sesuatu hal, maka diharapkan investasi tetap dapat terus berjalan tanpa terganggu. Proteksi ini bisa berupa dana darurat untuk mengantisipasi kehilangan pendapatan sementara akibat PHK atau proteksi dari asuransi untuk mengantisipasi risiko karena meninggal dunia atau cacat.

Pendidikan yang baik berawal dari keluarga, jadi tak hanya biaya pendidikan yang dipersiapkan tapi pembentukan karakter yang luhur juga perlu mendapat perhatian.

Selamat berinvestasi dan salam funancialisme!

Sumber: vivanews.com

Permasalahannya adalah bagaimana cara kita mencari proteksi yang benar? Seperti disebutkan di jawaban di atas:

"Jangan lupa juga untuk menyiapkan proteksi untuk investasi Bapak. Proteksi ini dimaksudkan jika ternyata Bapak sebagai kepala keluarga yang sedang mencicil investasi untuk biaya pendidikan anak, tetapi di tengah jalan mengalami risiko kehilangan pendapatan karena sesuatu hal, maka diharapkan investasi tetap dapat terus berjalan tanpa terganggu. Proteksi ini bisa berupa dana darurat untuk mengantisipasi kehilangan pendapatan sementara akibat PHK atau proteksi dari asuransi untuk mengantisipasi risiko karena meninggal dunia atau cacat."

Jika alasan proteksi hanya karena kehilangan pendapatan sementara karena PHK, ada kemungkinan besar kita akan bisa melanjutkan investasinya setelah kita mendapatkan pekerjaan lagi. 

Bagaimana jika kita kehilangan pendapatan karena terjadi resiko sakit kritis, kondisi kritis, atau bahkan meninggal dunia, apakah sudah siap?

Contoh ilustrasi berikut ini:


Perhatikan ilustrasi di atas:

Orang bekerja atau berusaha tujuannya adalah untuk mencari uang (Rp) untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jika ada sisa maka uang akan ditabung. Tujuan dari menabung adalah untuk mempersiapkan masa yang akan datang, misalnya pensiun, pendidikan anak, kondisi tak terduga, dan mencapai impian lain. 

Orang umumnya akan menabung yang dirasa aman adalah di bank (kolom sebelah kiri).

Misal, Pak Ali umur 35 tahun, ia mampu menabung setiap bulan sebesar dua juta rupiah. 
Bulan pertama Pak Ali bisa menabung sebesar 2 juta rupiah.
Bulan kedua Pak Ali masih bisa menabung 2 juta rupiah
Bulan ketiga Pak Ali masih mamu menabung 2 juta rupiah
Di bulan keempat Pak Ali kena konsisi kritis, misalnya kanker stadium lanjut dan dokter mengklaim harus keluar uang 250 juta untuk biaya operasi. Apakah Mungkin Pak bank tempat Pak Ali menabung akan membayar biaya operasi Pak Ali? Tidak mungkin! 

Justru mungkin Pak Ali akan menarik seluruh tabungannya yang baru 6 juta, mungkin menjual aset, mungkin akan pinjam sana-sini untuk biaya operasi tersebut. 

Berhubung Pak Ali kena kondisi kritis dan Pak Ali tidak lagi mampu bekerja, apakah mungkin bank akan mengisi 2 juta per bulan untuk Pak Ali secara cuma-cuma? Mustahil.

Jadi apakah rencana pensiun atau investasi untuk pendidikan anak tercapai? Tidak!

Perhatikan rekening B (PAA Plus)

Sama contohnya:

Misal, Pak Ali, ia mampu menabung setiap bulan sebesar dua juga rupiah. 
Bulan pertama Pak Ali bisa menabung sebesar 2 juta rupiah.
Bulan kedua Pak Ali masih bisa menabung 2 juta rupiah
Bulan ketiga Pak Ali masih mamu menabung 2 juta rupiah
Di bulan keempat Pak Ali kena konsisi kritis, misalnya kanker stadium lanjut dan dokter mengklaim harus keluar uang 250 juta untuk biaya operasi. 

Maka 250 juta rupiah akan dibayarkan cash untuk biaya pengobatan Pak Ali.

Berhubung Pak Ali kena kondisi kritis dan Pak Ali tidak lagi mampu bekerja, maka tabungan Pak Ali yang ke-4 dan seterusnya akan diisi hingga Pak Ali usia 65 tahun. DIJAMIN!!!

Dan rekening B ini adalah PAA plus milik Prudential.

Jadi apakah rencana pensiun atau investasi untuk pendidikan anak tercapai? PASTI!

Contoh ilustrasi di atas adalah untuk laki-laki, perokok, usia 35 tahun. Tabungan pasti, dan jaminan kesehatan pasti. 

Untuk usia yang kurang dari itu jelas hasilnya jauh lebi besar dari itu.

Berapa kira-kira saya harus menabung? Minimal berapa dan maksimal berapa?

Kami tidak bisa menentukan berapa Anda harus menabung, karena kami tidak tahu kebetuhan masing-masing dari Anda. Jadi kami harus tahu terlebih dahulu kebutuhan Anda, dan nanti kira-kira berapa kemampuan Anda menabung, akan kami hitung.

Untuk mengetahui contoh ilustrasi PAA Plus, silahkan KLIK DI SINI.


iklan di sini

0 komentar:

Post a Comment