Copyright @ 2014 Prulintang, Alright Reserved. Powered by Blogger.

Sadar Pentingnya Asuransi

Dulu saya selalu mengira asuransi hanya untuk orang yang sakit saja, asuransi hanya bagi mereka orang-orang di kota saja, asuransi itu hanya milik orang kaya saja.

Tetapi, saya benar-benar tersadar akan asuransi saat saya membaca sebuah cerita berbahasa Inggris yang kemudian saya posting di blog pribadi saya, LINTANG BERSINAR. Dari rasa terharu, saya baru berpikir apakah benar bahwa asuransi itu ada uangnya, ada warisannya. Itu terjadi tahun 2011 lalu.

Ketika saya sadar bahwa saya memiliki tanggung jawab, seorang putra yang butuh saya nafkahi dan tentu perlu saya tinggalkan sesuatu saat terjadi resiko meninggal pada saya, karena saya benar-benar tidak tahu resiko itu terjadi kapan dan di mana. Maka saya benar-benar harus persiapkannya.

Berikut kisah ceritanya.

Pada suatu hari yang indah, sepasang suami istri yang berusia sekitar 70 tahun berjalan menuju ke sebuah kantor pengacara. Jelas mereka datang ke sana bukan lain adalah untuk mengurusi perceraiannya.

Sang pengacara bertanya-tanya, dan setelah berbincang-bincang dengan mereka, akhirnya dia tahu kisah sepasang suami istri ini.

Pasangan ini selalu bertengkar selama lebih dari 40 tahun usia pernikahan mereka, seolah tidak pernah ada yang benar.

Mereka bertahan karena anak-anaknya, takut hal itu berdampak pada perkembangan mereka. Kini, semua anaknya telah besar, telah memiliki keluarga sendiri, tidak ada lagi yang harus dikhawatirkan oleh pasangan ini, yang mereka inginkan hanyalah membebaskan diri mereka masing-masing dari ketidakbahagiaan selama bertahun-tahun, sehingga mereka pun sepakat untuk bercerai.


Sang pengacara pun mengalami kesulitan untuk menyelesaikan papernya, karena dia merasa setelah pasangan ini telah 40 tahun menjalani pernikahan hingga di usia 70 tahun sekarang ini mereka hendak bercerai, namun dia bisa mengerti mengapa orang sepasang suami istri ini ingin bercerai.

Ketika mereka hendak menandatangani paper tersebut, istrinya berkata pada suaminya:



"Aku sungguh-sungguh menyayangimu, tapi aku tidak tahan lagi. Maafkan aku."

"Tidak apa-apa. Aku mengerti," kata suaminya.

Melihat kejadian ini, sang pengacara menganjurkan untuk makan malam bersama, hanya bertiga, sang istri berpikir mengapa tidak, karena mereka bisa menjadi teman.

Di meja makan, hening namun aneh.

Hidangan pertama adalah sate ayam, kemudian sang pria mengambil stik drum untuk wanita tua itu. "Ambillah. Ini yang paling kau sukai."

Melihat kondisi ini, sang pengacara berpikir barangkali masih ada satu kesempatan, tetapi si istri cemberut dan ia menjawab, "Inilah masalahnya. Kau selalu memikirkan dirimu sendiri, tidak pernah berpikir apa yang aku rasakan, bukankah kau tahu aku benci stik drum?"

Sang istri kurang paham bahwa selama bertahun-tahun suaminya selalu mencoba membuatnya bahagia, dia kurang paham bahwa stik drum itu adalah kesukaan suaminya. Suaminya kurang paham bahwa istrinya tidak pernah sama sekali mengira bahwa suaminya itu sangat mengerti istrinya, suaminya itu kurang paham bahwa istrinya itu tidak menyukai stik drum sekalipun yang ingin diberikan oleh suaminya itu adalah yang terbaik untuk istrinya.

Malam itu, sepasang suami istri itu tidak bisa tidur, terus membolak-balikkan badan. Setelah berjam-jam, sang pria tidak tahan lagi, dia tahu bahwa ia masih menyayangi istrinya, dan dia tidak bisa hidup tanpanya, dia ingin istrinya kembali, dia ingin mengatakan padanya bahwa ia menyesal, dan dia ingin mengatakan padanya, "Aku menyayangimu."

Dia mengangkat telepon, mulai menekan nomor telepon istrinya. Berdering terus tanpa henti. Dia terus saja mencoba menelpon istrinya.

Di sisi lain, istrinya begitu sedih, dia tidak bisa mengerti bagaimana bisa setelah selama sekian tahun suaminya masih belum juga mengerti dirinya, dia sangat mencintai suaminya itu, tetapi dia tidak tahan lagi. Telepon terus berdering, dia menolak untuk menjawab karena ia tahu pasti suaminya yang telepon.

"Paling juga yang akan dibicarakan cuma semuanya sudah berakhir sekarang. Aku telah memintanya dan aku ingin kita tetap berpisah, jika tidak, mau kutaruh di mana mukaku?" pikirnya.

Telepon terus berdering. Dia telah memutuskan untuk melepas kabel teleponnya.

Kemudian ia teringat bahwa suaminya itu memiliki penyakit jantung.

Keesokan harinya, dia menerima berita bahwa suaminya meninggal dunia. Dia buru-buru turun dari apartemennya, melihat jasad suaminya, terbaring dengan masih memegang gagang telepon, Dia kena serangan jantung ketika dia mencoba menelpon istrinya.

Dia bersedih sesedih-sedihnya. Dia harus membereskan semua harta benda suaminya. Ketika dia membuka laci, dia melihat polis asuransi, tertanggal sejak hari mereka menikah, dengan si penerima manfaa polis (ahli waris) adalah dia (istrinya). Bersama dengan polis asuransi itu, ada sebuah catatan kecil.

"Untuk istriku tercinta, saat kau baca ini, aku yakin kau tidak aku sudah tidak lagi bersamamu, aku bawakan polis ini untukmu, meskipun jumlahnya hanya $100 ribu. Kuharap ini akan membantumu meneruskan janjiku bahwa aku telah melakukannya semenjak kita menikah, aku mungkin tidak lagi bersamamu, aku ingin uang yang sedikit ini bisa kau gunakan untuk melanjutkan hidupmu, karena sepertinya aku tidak akan lagi hidup lebih lama. Aku ingin kau tahu aku selalu ada di sampingmu. Aku mencintaimu."

Air mata mengalir bagaikan anak sungai.

"Jadi ketika kau menyayangi seseorang, beritahulah dia. Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi satu menit kemudian. Belajarlah untuk membangun kehidupan bersama. Belajarlah untuk saling menyayangi karena dia apa adanya bukan karena yang ada padanya."

------

Semenjak itu saya mencari informasi tentang asuransi. Dan kebetulan ada salah satu kawanku SMA yang menjadi nasabah Prudential. Saya tanya banyak, dan ternyata benar bahwa setiap asuransi jiwa sudah pasti harus ada warisannya, dan itu otomatis.

Dan yang membuat saya semakin tertarik adalah bukan hanya warisan saja, tetapi banyak manfaat lain, termasuk rawat inap, kondisi kritis tahap dini, meninggal karena kecelakaan, dan banyak manfaat lain, dan nilai investasi yang dibayarkan dalam satu paket premi.

Akhirnya sejak 27 Agustus 2013 saya putuskan untuk membeli produk asuransi unit link prudential, PAA+.
iklan di sini

0 komentar:

Post a Comment