Menyiapkan Warisan 1 Milyar Rupiah
Beberapa waktu lalu saya ketemu dengan kawan yang masih sangat muda, usianya 30 tahun. Sebagai seorang pedagang dengan penghasilan bersih minimal Rp. 500 ribu sehari, berarti sebulan sekitar Rp. 15.000.000,-.
Setelah dipotong biaya hidup dan tabungan rutin di bank (untuk kebutuhan mendadak dan mendesak), ia masih bisa menyisakan Rp. 3 juta per bulan, dan berencana untuk investasi jangka panjang, investasi ketika nanti usianya sudah tua.
Dia berencana untuk investasi di tanah atau bangunan. Ia berencana membeli tanah di kampung halamannya seharga Rp. 300 juta.
Asumsi jika bisa menyimpan 3 juta per bulan, berarti setahun 36 juta. Jika Rp. 300 juta maka tinggal dibagi 36 juta = 8 tahun 4 bulan sudah terkumpul 300 juta. Permasalahannya apakah tanahnya masih dijual? Jika masih dijual yang pasti tidak lagi Rp. 300 juta, bisa jadi harganya sudah 1 milyar rupiah bahkan lebih.
Itu belum jika terjadi resiko kondisi kritis atau cacat tetap, atau meninggal saat baru awal-awal menabung.
Jika terjadi kondisi kritis misalnya kena kanker atau stroke, karena kawan ini perokok, dan menurut survey 90% masyarakat Indonesia meninggal dunia diawali dengan penyakit kritis (kanker, jantung, dan sebagainya).
Jika terkena stroke misalnya, sementara baru menabung setengah tahun? Maka uang yang terkumpul baru ada 18 juta. Cukupkah untuk biaya pengobatan? Dan tentunya setelah stroke tidak bisa lagi bekerja, justru akan membebani keluarganya. Mungkin usahanya bisa saja bangkrut, karena istirnya tidak diajari mengelola, mungkin biaya pengobatan kondisi kritis yang sangat mahal itu tidak cukup dari tabungan rutin dan akhirnya modal usahanya diambil semua. Istrinya hanyalah ibu rumah tangga, dan anaknya masih kecil-kecil?
Lantas bagaimana jika terjadi demikian?
"Ah kamu ini orang asuransi bicaranya hal-hal yang menakutkan! Kerjanya menakut-nakuti orang!" jawab kawanku ini.
Aku bilang, "Mas, kita hidup pasti akan mati, dan kita sehat maka ada peluang untuk sakit. Dan kita lihat survey bahwa 90% masyarakat Indonesia meninggal dunia didahului dengan penyakit kritis. Saya tidak menakut-nakuti. Tetapi mengajak berpikir.
Seandainya itu benar-benar terjadi, anak-anakmu masih kecil-kecil, istrimu tidak diajari menjalankan usaha. Dan jika kondisi kritis menyerang, maukah jatuh bangkrut karena modal usaha dikuras untuk berobat? Iya kalau langsung sembuh cukup dengan puluhan juta? kalau tidak? Dan kemudian terjadi resiko meninggal dunia sementara sampeyan sudah habis-habisan, bukankah masa depan anak akan jadi suram?"
"Pikirkan mas! Jika sampeyan menabung di unit link, kapan pun terjadi resiko itu ditanggung, kapan pun terjadi resiko meninggal dunia sampeyan tidak perlu khawatir pendidikan anak, karena istri dan anak-anak akan mendapatkan warisan besar, minimal 1 milyar, meskpun baru setor 1 kali."
"Apa itu unit link?" tanya dia.
"Unit link adalah perpaduan antara proteksi (asuransi) dan investasi dalam satu paket. Cukup menabung setiap bulan, otomatis tabungan itu akan dibagi ke dalam proteksi dan investasi. Ini bukan tabungan biasa, tapi investasi." jawabku.
"Aman? Po bener duite bisa diambil?"
1. Prudential Life Assurance berdiri tanggal 30 Mei 1848 di London Inggris, berarti sudah 166 tahun.
2. Menurut majalah Forbes, majalah acuan dunia, menyatakan bahwa Prudential Life Assurance adalah salah satu dari 100 perusahaan yang tidak akan bangkrut 100 tahun ke depan.
3. Di Indonesia sendiri Prudential menempati peringkat 1 selama 11 tahun berturut-turut sejak tahun 2002 - 2013.
4. Prudential memiliki jaringan kerjasama dengan 380 rumah sakit di seluruh Indonesia dan akan terus bertambah.
5. OJK (Otoritas Jasa Keuangan) menetapkan bahwa badan usaha keuangan non perbankan menetapkan RBC (Risk-Based Capital) sebesar 120%, sementara Prudential memiliki 585% RBC. Artinya jika seluruh nasabah hari ini klaim meninggal, maka 100% terbayarkan, dan masih ada 485%.
6. Dana investasi dikelola oleh manajer investasi terbesar di dunia, yakni Eastspring Investments yang mengelola lebih dari 6500 triliun rupiah. (detail alokasi investasinya silahkan kunjungi ww(dot)prudential(dot)co(dot)id).
Dan masih banyak lagi.
Dengan menabung 3 juta per bulan apa yang akan didapatkan PASTI?
Dari hasil hitungan, dengan menabung 3 juta per bulan dengan data nasabah:
1. Usia 30 tahun
2. Laki-laki perokok
3. Pekerjaan pedagang (kelas 2)
Yang didapatkan:
1. PRUSyariah Assurance Acccount (Warisan dasar), kapan pun terjadi resiko meninggal dunia meskipun baru setor satu kali (Rp. 3 juta rupiah) warisan 1 milyar rupiah PASTI turun. Dan jika sudah ada nilai tunai dari hasil investasinya, juga akan diberikan bersama warisan. Dan ini berlaku hingga nasabah usia 99 tahun.
2. PRUCrisis Cover Benefit 34 Syariah, jika nasabah mengalami kondisi kritis dari 34 kondisi kritis sebelum nasabah berusaha 65 tahun, otomatis turun uang sebesar Rp. 500 juta.
3. PRUPersonal Accident Death and Disablement Syariah, yakni jika terjadi resiko meninggal dunia atau cacat tetap pada nasbah karena kecelakaan, sebelum usia 60 tahun, maka tambah warisan lagi sebesar 250 juta rupiah.
4. PRUhospital & surgical cover syariah, yakni cover untuk rawat inap dan bedah. Untuk rawat inapnya saja, tanggungan kamar 750 ribu per hari. Total pertanggungan per tahun Rp. 322,5 juta. (Detail rinciannya ada di bawah). Berlaku hingga nasabah usia 75 tahun.
5. PRUpayor syariah 33, yakni jika nasabah memenuhi kriteria bahwa nasabah mengalami salah satu kondisi kritis dari 33 jenis penyakit, maka nasabah akan bebas premi. Premi untuk proteksi dan investasi akan diisi oleh Prudential hingga nasaba usia 55 tahun.
Berikut detail dari pertanggungan untuk cover rawat inap dan bedah.
Berikut ilustrasi nilai tunainya.
Investasi tidak ditentukan dari awal, karena investasi bersifat fluktuatif atau naik turun. Dan karena asumsi invtasi ini adalah untuk masa tua, maka dimasukkan ke investasi jangka panjang, yakni untuk portofolio resiko tinggi (return tinggi), dengan asumsi sebesar 15% per tahun. Hasilnya adalah:
1. Di tahun ke-10, selain manfaat asuransi yang sudah pasti di atas, nasabah memiliki uang sekitar 273 juta rupiah.
2. Jika uang dibiarkan saja, asumsi untuk masa tua, maka uang akan tetap diendapkan, dan nasabah berhenti menabung di tahun ke-10, maka di tahun ke 20 uangnya menjadi 1,094 milyar rupiah.
3. Di tahun ke 30 atau saat nasabah berusia 59 tahun, uangnya menjadi 3,64 milyar.
4. Di tahun ke-40 atau saat nasabah usia 69 tahun, uanga menjadi 13 milyar rupiah.
Jika nasabah berumur panjang,
Di usia 70 tahun uangnya menajdi sekitar 15 milyar rupiah.
Di usia 75 tahun uangnya menjadi sekitar 30 milyar rupiah.
Nilai investasi di atas bukanlah pasti, bisa kurang bisa lebih. Karena hasil investasinya bergantung dari kinerja investasi. Prudential, melalui SQS (Sales Quotation System) memperkirakan rata-rata 15% per tahun, sementara dari rata-rata hasil investasi tahunan seperti terlihat pada screenshot di bawah ini.
Rata-rata hasil investasi:
- Rupiah equity fund (resiko tinggi) sejak diluncurkan tahun 1999 - 2011 sebesar 23,27%
- Rupiah managed fund (resiko sedang) sejak diluncurkan tahun 1999 - 2011 sebesar 16,21%
- Rupiah cash fund (resiko rendah) sejak diluncurkan tahun 1999 - 2011 sebesar 7,97%
Sementara untuk resiko rendah hanya disarankan untuk investasi jangka pendek (maksimal 5 tahun). Dan untuk resiko sedang disarankan untuk jangka menengah (antara 5-10 tahun).





0 komentar:
Post a Comment