Copyright @ 2014 Prulintang, Alright Reserved. Powered by Blogger.

Apakah Asuransi Prudential termasuk Skema Ponzi atau Money Game?

Sejak akhir 2012 lalu, ada sebuah money game besar bernama M*M yang berasal dari Rusia, masuk ke Indonesia. Sistem kerjanya cukup sederhana. Seorang member baru cukup membantu (sebagian orang mengatakan investasi) mulai dari Rp. 100 ribu - Rp. 10 juta. Ketika ia membantu atau disebut juga provide help (PH), nanti sistem akan menentukan kepada siapa saja ia akan transfer. Ketika sudah ditentukan siapa saja yang ditransfer oleh sistem, lalu tugasnya adalah mentransfer sejumlah uang yang telah ditentukan. Setelah itu, ia menunggu dikonfirmasi oleh member yang diransfer. Selesai. Sejak terkonfirmasi semua, ia tinggal ongkang-ongkang kaki, menunggu mav** bekerja. Mav** adalah keuntungan investasi yang akan berambah setiap hari Selasa dan Kamis. Sekitar dua minggu, uangnya menjadi sekitar 115%. Di saat inilah ia bisa mengajukan GH (get help) atau menarik hasil investasinya, dan nanti sistem yang menentukan siapa yang akan mentransfer kepadanya. Dan jika ia menunggu 33-35 hari, uangnya menjadi 130%. Jadi dengan membantu 10 juta, selang satu bulan uangnya telah menjadi 13 juta rupiah. 

Enak sekali ya? Iya, tanpa usaha, hanya setor uang 10 juta, bulan depan terim uang 13 juta. Dan hari ini jumlah membernya telah mendekati angka 1 juta orang di seluruh Indonesia. Namun, saat ini sistem M*M sedang dalam kondisi kacau balau. Ketidakseimbangan antara yang PH dan yang GH sangat timpang. Hampir semua orang menginginkan GH, sementara yang PH berkurang atau sangat sedikit. Lantas apa yang akan terjadi? Jika terus menerus begitu akankah kolaps? Tentu saja.

Sejak awal Januari 2013 hingga beberapa bulan lalu, banyak sekali kawan saya mengajak saya untuk ikut M*M ini, baik secara online maupun offline. Namun saya selalu tolak. Mereka mengatakan bahwa M*M ini benar, sebuah komunitas saling bantu-membantu. Kalau hari ini membantu maka bulan depan akan dibantu 130%. Dan mereka pun menunjukkan bukti-bukti serta screenshot transferan yang masuk. Tetapi tetap saja saya tidak tergiur. Bagiku tidak masuk akal. Dan yang pasti jika suatu saat mengalami titik jenuh, dan semua orang hendak melakukan GH, sementara yang PH sedikit maka akan terjadi kekacauan. Siapa yang akan dirugikan? Tentu member-member baru yang baru gabung. Dan dengan demikian, ketika saya makan hasil dari "bisnis" itu, saya merasa tidak berkah, karena makan dengan mengorbankan orang lain.

Akan tetapi, mereka tidak terima, terlebih mengetahui kalau saya agen asuransi. Mereka mengatakan sistem M*M sama dengan asuransi, sama dengan bank. Bahkan sebagian menyebutkan beberapa "leader" dari asuransi A, B, C, dan sebagainya masuk ke M*M.

Mereka berkata bahwa perusahaan asuransi mengumpulkan premi dari para nasabahnya, dan dibantukan ke nasabah yang mengalami musibah. Bank mengumpulkan uang dari nasabah, lalu dikreditkan kepada para nasabah. M*M juga demikian. Jika asuransi harus menunggu nasabah mendapatkan musibah baru dapat bantuan, kalau M*M tidak perlu menunggu mendapakan musibah baru dapat bantuan. Cukup bantu hari ini, maka bulan depan akan dbantu bahkan lebih dari yang kita bantukan hari ini (bantu 1 juta hari ini, bulan depan dibantu 1,3 jt).

But, wait please!

Benar bahwa perusahaan asuransi mengumpulkan premi dari nasabah. Dan dari seluruh premi yang terkumpul nanti sebagian akan dibantukan kepada nasabah yang mengalami musibah. Benar sekali. 

Tetapi, sistemnya sangat-sangat jauh berbeda dengan M*M atau yang sejenis!!! 

Seorang nasabah diwajibkan membayar premi dengan kontrak perjanjian yang jelas, tertuang dalam POLIS. Pembayaran klaim pun dengan aturan yang jelas. Dan perusahaan asuransi pun tidak sembarangan menerima nasabah. Perusahaan asuransi tidak asal menerima nasabah, misalnya asal nasabah mampu membayar premi. Ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan apakah seorang calon nasabah diterima atau tidak dan besar kecilnya premi, misalnya riwayat kesehatan, riwayat kerja, usia, pekerjaan, dan lain-lain yang berkaitan dengan resiko hidup. Orang  yang sudah terkena penyakit kritis, misalnya jantung, tidak akan diterima. Semakin tinggi resiko yang mungkin didapatkan oleh calon nasabah, semakin tinggi pula premi yang dibayarkan.

Perusahaan asuransi juga mempertimbangkan statistik hidup suatu kelompok masyarakat. Kelompok masyarakat yang memiliki resiko umur lebih pendek tentu akan dibebani premi lebih mahal. Sebagai contoh, harapan hidup masyarakat Indonesia lebih rendah dibandingkan harapan hidup masyarakat Jepang, tentu dengan kondisi sama, usia sama, pekerjaan sama, orang Indonesia membayar premi lebih mahal. 

Lalu, dana premi yang ada dikumpulkan dalam satu pool. Kapan pun nasabah yang mengalami resiko (yang sesuai dengan kontrak kerja yang tertera di polis), ia bisa mengajukan klaim. Dan klaim yang diajukan pun tidak serta merta disetujui. Ada penelusuran lebih lanjut. Apakah klaim itu disengaja untuk mendapatkan dana klaim atau tidak, serta faktor-faktor lain.

Sebagai contoh, total nasabah perorangan Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) tahun 2013 sekitar 2 juta nasabah. Sepanjang tahun 2013, total nasabah yang klaim sebanyak 290 riibu klaim. Dari seluruh klaim yang dibayarkan, yang diambil dari pool (rekening penampungan premi proteksi), namun di akhir tahun 2013 Prudential masih memiliki RBC sebesar 1090%. Artinya, ketika hari ini seluruh nasabah Prudential mengajukan klaim maksimal (kematian), Prudential Life Assurance mampu membayar 10,9 kali lipat dari total pertanggungan seluruh nasabah.

Mengapa bisa demikian?

Ya, karena sistem kerjanya berbeda dengan M*M atau money game sejenisnya. Prudential dikelola secara profesional. Dan jelas Prudential BUKAN money game. Prudential JELAS BERBEDA dengan M*M dan money game sejenis. 

Sederhana gambarannya begini. 

Misal ada 1 juta nasabah dengan total dana yang ada di pool sebanyak 10 triliun rupiah, dan tahun ini total ada 100 ribu klaim dengan pembayaran klaim sebanyak 1,5 triliun rupiah, berarti masih ada dana 8,5 triliun di pool. 

Dari 8,5 triliun rupiah itu, nanti akan dimasukkan ke pool dan tahun berikutnya (dikurangi administrasi). Maka untuk tahun  yang akan datang, pool di Prudential sudah memiliki dana modal awal (sekitar 8,5 triliun tadi). Dan setiap seluruh nasabah itu, sekitar 1 juta kan terus membayar premi seumur hidup, ditambah lagi ada nasabah-nasabah baru, sehingga uang semakin banyak. Ketika uang semakin banyak, maka kemampuan Prudential untuk membayar pun semakin besar.

RBC Prudential Life Assurance 

Menurut Keputusan Menteri Keuangan RI No. 424/KMK.06/2003 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi, dalam pasal 2, menyatakan: 
  1. Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi setiap saat wajib memenuhi tingkat solvabilitas paling sedikit 120% (seratus dua puluh per seratus) dari resiko kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari deviasi dalam pengelolaan kekayaan dan kewajiban. 
  2. Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi yang tidak memenuhi ketentuan tingkat solvabilitas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), namun memiliki tingkat solvabilitas paling sedikit 100% (seratus per seratus), diberikan kesempatan melakukan penyesuaian dalam jangka waktu tertentu untuk memenuhi ketentuan tingkat solvabilitas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). 
Dari Kepmenkeu di atas dinyatakan bahwa solvabilitas atau RBC (risk-based capital) sebuah perusahaan asuransi adalah minimal sebesar 120%. Angka ini menunjukkan bahwa apabila 100% nasabah mengajukan klaim, maka perusahaan tersebut minimal masih punya sisa dana sebesar 20%.

RBC Prudential Pada tahun 2012, sebesar 321%. Tahun berikutnya, yaitu 2013, terjadi kenaikan sebesar 331%, sehingga RBC-nya menjadi sebesar 1090%. Hal ini berarti apabila seluruh nasabah mengajukan klaim secara bersamaan, maka Prudential masih mempunyai dana sisa sebesar 990%, atau hampir 10 kali lipat dari klaim keseluruhan tersebut.

Apakah M*M memiliki RBC? Apakah money game sejenis M*M memiliki RBC? TIDAK!

Prudential berdiri sejak 30 Mei 1848 atau sudah berjalan selama 166 tahun, dan sejak itu pula Prudential Life Assurance tidak pernah mengalami defisit premi yang harus dibayarkan.

Dan Prudential Life Assurance (PT Prudential Indonesia) masuk ke Indonesia tahun 1995, dan semenjak tahun 2002, perusahaan asuransi ini mendapatkan peringkat asuransi terbaik di Indonesia hingga tahun 2013. Jika terbaik, yang diukur berdasarkan banyak tolak ukur, yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan mengikuti berbagai aturan seperti undang-undang dan ketentuan pemerintah, apakah sama dengan M*M dan "bisnis" sejenis?

Belum lagi, ketika dikaitkan dengan unit link, di mana nasabah Prudential cukup setor premi (yang terdiri atas premi proteksi dan premi invetasi dalam satu paket), seorang nasabah cukup merencanakan membayar premi 10 tahun misalnya, maka ia akan terproteksi seumur hidup dan jika umur panjang, di usia tuanya, ia memiliki uang yang cukup untuk pensiun.
iklan di sini

0 komentar:

Post a Comment