Bagaimana Memulai Bisnis Sampingan Sambil Bekerja Penuh Waktu (Part 2)
Pada Bagaimana Memulai Bisnis Sampingan Sambil Bekerja Penuh Waktu (Part 1) disebutkan alasan-alasan penting mengapa kita harus memulai bisnis sampingan, sembari tetap menjalankan pekerjaan purna waktu.
Pada part 2 ini, akan dibahas hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan. Setelah mengetahui alasan mengapa Anda harus memulai bisnis sampingan, langkah selanjutnya adalah mengetahui apa yang Anda harapkan. Sebagian orang menganggap bahwa bisnis sampingan itu mudah dan tidak perlu butuh usaha. Itu hanya bisnis sampingan kan? Sayangnya, tidak sesederhana itu. Bisnis sampingan memiliki tantangan dan masalah yang sama dengan yang dihadapi oleh bisnis purna waktu.
Berikut ini yang perlu Anda pertimbangkan sebelum mengambil keputusan bisnis apa yang akan Anda jalani.
1. Anda tidak ada waktu santai di akhir pekan
Jika Anda merasa sibuk sekarang ini, tunggulah sampai Anda memiliki sebuah perusahaan yang sudah jalan. Bisnis sampingan sekalipun membutuhkan banyak waktu, khususnya di tahap awal ketika Anda sedang menata sistemnya dan mencoba menarik pelanggan Anda. Anda harus bekerja setelah pekerjaan utama selesai, bahkan di akhir pekan dan hari libur Anda. Ini memang akan membatasi waktu Anda bersama keluarga dan hubungan pribadi Anda. Pikirkan dengan hati-hati tentang komitmen waktu dan pertimbangkan apa saja yang dibutuhkan untuk memuali bisnis Anda.
Berapa banyak orang yang harus Anda telepon setiap harinya? Berapa banyak orang yang harus Anda temui setiap harinya? Berapa jam per minggu yang akan Anda butuhkan untuk mengembangkan jaringan dan berkomunikasi dengan pelanggan Anda? Apakah Anda harus terus menerus berhubungan dengan supplier Anda? Bagaimana dengan tugas-tugas akunting?
Anda harus realistis dalam perhitungan,dan jujur dengan diri Anda sendiri tentang apakah gaya hidup Anda bisa mengatasi atau tidak. Pastikan bahwa Anda tidak hanya punya waktu luang, tetapi juga Anda mau mengorbankan waktunya untuk keluarga Anda demi bisnis Anda.
2. Anda akan menghadapi dua tuntutan pekerjaan
Jenis bisnis yang mengharuskan Anda aktif sepanjang hari mungkin tidak cocok bagi Anda jika Anda pekerja purna waktu. Sebagai contoh, jika Anda membuka bisnis jasa dan pelanggan Anda ingin menemui Anda selama jam kerja, Anda akan memiliki waktu yang terbatas hanya pada saat jam istirahat siang. Selain itu, akan sangat tidak tepat jika Anda menerima panggilan telepon atau membalas email dari bisnis sampingan ketika Anda di jam kerja. Jenis bisnis sampingan yang paling tepat adalah satu bisnis yang Anda punya kuasa atas jam Anda sendiri. Dan yang paling penting, Anda tidak mengharapkan bisnis sampingan Anda membahayakan pekerjaan utama Anda dan sebaliknya.
3. Anda harus siap hadapi tekanan
Bayangkan skenario ini. Anda sedang bekerja dan pelanggan Anda dari bisnis sampingan Anda menelpon Anda melalui ponsel. Dia mengalami masalah dengan produk atau jasa yang Anda kirimkan kemarin malam dan membutuhkan Anda untuk menyelesaikan masalah itu secepatnya. Jika Anda tidak melakukannya, pelanggan Anda tidak mau membayarnya dan Anda tentu saja sudah mengeluarkan banyak biaya. Di sisi lain, Anda juga sedang ada proyek yang harus selesai beberapa jam lagi dan tidak boleh terlambat. Apa yang akan Anda lakukan?
Setiap pekerjaan mempunya faktor tekanan. Jadi, ketika Anda sedang berusaha menyulap pekerjaan utama dan bisnis sampingan Anda, paling tidak Anda akan menghadapi dua tekanan. Namun, jika Anda siap dan mengerti, Anda akan mampu mengetasinya. Jika keputusan penting harus dilakukan, pertimbangkan masak-masak skala prioritasnya.
4. Jangan terburu-buru
Ketika Anda sedang menjalankan sebuah bisnis paruh waktu, sadarilah bahwa bisnis paruh waktu Anda mungkin tidak akan tumbuh secepat bisnis purna waktu. Banyak pemilik bisnis sampingan putus asa karena bisnis sampingannya butuh waktu begitu lama untuk bertumbuh. Umumnya, pertumbuhan sebuah bisnis secara langsung berkaitan dengan alokasi waktu yang diberikan kepada bisnis itu. Jadi, ketika Anda hanya meluangkan waktu sedikit per harinya, maka Anda akan butuh waktu lebih lama untuk melesat.
Namun, di sisi lain Anda masih berpenghasilan dari pekerjaan purna waktu Anda sembari menyiapkan bisnis sampingan Anda bertumbuh. Dan jika bisnis sampingan Anda mulai bertumbuh, Anda dapat mengundurkan diri dari pekerjaan utama Anda untuk melakukan langkah selanjutnya.
5. Pahami peraturan di pekerjaan purna waktu Anda
Setiap perusahaan memiliki aturan yang berbeda kaitannya dengan karyawan. Pelajari aturan bos Anda kaitan dengan apa yang mereka harapkan dari Anda jika Anda membuka bisnis sampingan. Jika Anda bermaksud menawarkan pproduk atau jasa yang menyaingi, Anda sangat mungkin berisiko kehilangan pekerjaan Anda, khususnya ketika tidak ada perjanjian kerja di awalnya. Anda juga bisa terkena tuntutan jika produk atau ide yang Anda pasarkan berasal dari pekerjaan purna waktu Anda.
Jika Anda terpaksa mengungakapkan fakta, sangat mungkin atasan Anda mencurigai aktivitas Anda di tempat kera dan menyebabkan mereka sangat mengawasi Anda. Di sisi lain, dengan Anda menunjukkan bahwa Anda memiliki bisnis sampingan akan membuat mereka melihat Anda sebagai satu peluang bagus dan membuka peluang bagi Anda untuk perusahaan. Namun, Anda harus hati-hati sekali untuk mempertimbangkan apakah bos Anda ini perlu tahu apa yang Anda kerjakan, dan jika ada, apa resikonya jika Anda tidak memberitahunya.
Yang terakhir, hati-hatilah akan jam kerja yang Anda gunakan untuk pekerjaan sampingan Anda. Jika perusahaan Anda mengetahui Anda mengggunakan banyak waktu kerja Anda untuk bisnis sampingan Anda, Anda mungkin sekali dipecat. Tetap teratur, dan cobalah sebisa mungkin untuk melakukan pekerjaan bisnis sampingan Anda di luar kantor.
Selamat mencoba.
Lanjut ke Bagaimana Memulai Bisnis Sampingan Sambil Bekerja Penuh Waktu (Part 3)

0 komentar:
Post a Comment