Copyright @ 2014 Prulintang, Alright Reserved. Powered by Blogger.

Cara Mengenali Reksadana Terbaik

Seorang penasihat keuangan yang datang kepada Anda atau perencana keuangan yang muncul di televisi menjelaskan kepada Anda tentang reksadana terbaik, apakah kemudian Anda langsung serta merta melakukan pembelian reksadana tersebut? Tentu saja tidak. Sebelum Anda membeli, analisa terlebih dahulu reksadana yang Anda berniat untuk investasi di dalamnya. Seperti halnya Anda hendak membeli kendaraan, selain harga, Anda mempertimbangkan penampilan, bahan bakar, CC, dan komponen-komponen lain. Anda juga mungkin ingin melihat-lihat interior kendaran  yang Anda inginkan itu. 

Sama halnya ketika Anda mempertimbangkan utnuk membeli sebuah reksadana, Anda perlu melihat lebih dalam untuk mengkaji tipe manajer investasi yang mengelolanya, biaya-biaya yang dikenakan berapa, siapa yang berperan penting dalam manajer investasi, dan kinerja  yang sudah lewat. Dan perhatikan juga Anda sudah memahami dasar-dasar reksadana dan tips investasi di reksadana seperti pada postingan sebelumnya. 


Berikut ada 5 hal yang perlu dipertimbangkan ketika hendak memilih reksadana terbaik:

1. Umur kepemilikan dan rekam jejak manajer investasi 

Kunci keberhasilan reksadana ada pada manajer investasi. Jangan membeli reksadana hanya karena nama merknya saja. Manajer investasi iu ibarat quarterback tim sepakbola. Ia tahu kapan harus membeli saham, melepas saham, menahannya, atau membiarkan saham bekerja. Beberapa manajer investasi lebih baik dibandingkan manajer investasi lainnya. Sebelum menginvestasikan uang Anda, investasikan waktu Anda terlebih dahulu. Periksa umur dan kinerja manajer investasinya.

2. Besar kecilnya manajer investasi 

Reksadana harus mengikuti sebuah aturan, di mana Otoritas Jasa Keuangan dan lembaga terkait yang mengawasi, membatasi seberapa banyak saham dapat ditahan. Ketika aset naik, manajer memiliki banyak uang yang bisa disebar ke dalam berbagai saham. Ini berarti manajer investasi sangat mungkin untuk membeli saham-saham yang mungkin belum ia pahami secara mendalam, dan jika ternyata kinerja sahamnya tidak sebagus saham-saham pilihannya, maka kinerja reksadana mungkin kena dampaknya. Sangat dianjurkan agar para investor untuk tetap menginvestasikan uangnya di perusahaan investasi yang mengelola maksimal 10 triliun rupiah untuk reksadana modal kecil, dan di bawah 50 triliun rupiah untuk modal besar.

3. Kepemilikan manajer investasi 

Di bawah pengawasan OJK dan lembaga-lembaga terkait, manajer investasi diharuskan memaparkan dana yang diperoleh. Penelitian menunjukkan bahwa para manajer investasi menggunakan dananya untuk melakukan kinerja yang lebih baik. 

4. Usahakan membeli reksadana tanpa load

Perusahaan-perusahaan reksadana menawarkan kelas saham yang beragam dari setiap portofolio yang mengenakan biaya penjualan (yang disebut juga load) dan biaya-biaya pengelolaan. Tidak ada alasan bagi Anda untuk membayar biaya lebih ketika Anda tidak mau. Seringkali, biaya dan beban itu menurunkan return yang akan Anda dapatkan dari dana Anda. Ketika Anda ingin membeli resakadana, pastikan tidak ada portofolio yang disertai load.

5. Return yang konsisten selama bertahun-tahun

Krisis finansial menyebabkan kolapsnya saham pada tahun 2008. Setelah terjadi penurunan pada bulan Maret 2009, harga-harga saham menguat, sehingga pada tahun 2009 banyak perusahaan reksadana yang meraup return sangat tinggi. Periode ini disebut anomali oleh para pakar keuangan, sehingga investor sebaiknya abaikan kinerja reksadana tahun 2008-2009 ketika menilai kinerja perusahaan reksadana. Namun, lihatlah kinerjanya di tahun 2000, 2001, dan 2002 untuk mengantisipasi kemungkinan kinerjanya di pasar yang kurang menguntungkan. Kemudian kaji return reksadana tahun 2003 sampai 2007 untuk mengetahui bagaimana kencenderungan kinerjanya di pasar yang normal.
iklan di sini

0 komentar:

Post a Comment