Copyright @ 2014 Prulintang, Alright Reserved. Powered by Blogger.

Kanker Serviks: Gejala, Diagnosa, dan Cara Pengobatannya

Kanker rahim adalah kanker yang timbul di dalam rahim. Rahim adalah bagian bawah dari uterus yang membuka bagian atas vagina. 

Kaum wanita yang menderita kanker rahim cenderung tidak merasakan gejala-gejalanya hingga kanker rahim itu telah menyebar. Ketika seorang wanita mengalami gejala-gejala kanker rahim, tanda-tandanya adalah sebagai berikut:
  • Pendarahan pada vagina
  • Keputihan yang disertai aroma tidak sedap pada vagina
  • Vagina berair
  • Keputihan yang disertai darah
  • Sakit pinggul ataupun sakit punggung
  • Pendarahan terjadi di antara periode menstruasi
  • Terjadi pendarahan setelah berhubungan seks.
  • Periode menstruasi lebih lama dan lebih parah dari sebelumnya.
  • Pendarahan setelah melewati masa menopouse
  • Terasa sait saat melakukan hubungan seks
Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa infeksi yang diakibatkan oleh virus yang disebut HPV adalah penyebab dari kanker rahim. Lebih dari setengah perempuan yang berusia 50 tahun ke atas diketahui terkena virus HPV, tetapi sebagian besar infeksi virus ini bersih dengan sendirinya. Infeksi HPV yang mengandung virus HPV resiko tinggi yang tidak bisa lenyap dan bisa menyebabkan kanker rahim pada sebagian wanita. 

Faktor-faktor lain seperti merokok, juga bisa berperang untuk meningkatkan resiko kanker rahim pada wanita yang terkena infeksi HPV, bahkan lebih cepat.

Resiko kanker rahim pada wanita bisa dikurangi dengan secara teratur pengujian screening kanker rahim. Jika perubahan sel-sel serviks yang tidak normal diketahui dini, maka kanker dapat dicegah dengan membuang atau membunuh sel-sel yang berubah itu sebelum menjadi sel kanker.

Cara lain untuk mengurangi resiko kanker rahim adalah dengan vaksin HPV sebelum aktivitas seksual (usia antara 9 sampai 26 tahun). Namun, meskipun sudah diberi vaksin HPV, pengujian screening kanker rahim tetap diperlukan. Vaksin dapat mengurangi resiko terkena infeksi HPV, tetapi tidak dapat mencegah infeksi HPV pada orang yang sudah diberi vaksin.

Cara Mendiagnosa

Ada tiga cara utuk mendiagnosa kanker rahim:

1. Pengujian lab

Dokter atau perawat akan mengambil sampel sel dari leher rahim. Untuk pengujian Pap, lab memeriksa sampel sel kanker rahim atau sel tidak normal yang nantinya dapat menyebabkan kanker jika tidak diobati. Untuk pengujian HPV, sampel serupa atau sampel yang sama diuji untuk infeksi HPV. HPV dapat menyebabkan  perubahan sel dan kanker rahim.

2. Pengujian leher rahim

Dokter menggunakan kolposkop untuk melihat leher rahim. Kolposkop mengkombinasikan sinar terang dengan banyak lensa untuk membuat jaringan lebih mudah terlihat. Pengujian ini biasanya dilakukan di kantor atau klink dokter. 

3. Sampel Jaringan 

Pembuangan jaringan untuk mencari sel-sel kanker disebut biopsi. Sebagian besar wanita membuang jaringan leher rahimnya di kantor-kantor dokter, dan biasanya hanya diperlukan anestesi lokal.

Pengobatan Kanker Rahim

Pilihan pengobatan bagi para wanita yang terkena kanker rahim adalah

1. Pembedahan 
2. Terapi radiasi
3. Kemoterapi
4. Kombinasi metode-metode ini

Pilihan untuk pengobatan sangat tergantung pada ukuran tumornya dan apakah kanker tersebut sudah menyebar atau belum. Pengobatan kanker rahim ini juga bisa tergantung pada apaah Anda ingin hamil atau tidak nantinya. 

Dokter Anda mungkin merujukkan ke dokter spesialis, atau Anda bisa meminta rujukan. Anda bisa datang ke onkologi ginekologi, yakni dokter yang ahli dalam pengobatan kanker wanita. Dokter spesialis lain yang mengobati kanker rahim bisa ginekologist, onkologi medis, dan onkologi radiasi. 

Biaya pengobatan baik untuk pembedahan. terapi radiasi, kemoterapi, Mencegah lebih baik daripada mengobati. Dan perlindungan dengan proteksi kesehatan adalah program sangat penting untuk disiapkan jika suatu saat terjadi. Dan Prudential Life Assurance memiliki produk cover kondisi kritis, termasuk di dalamnya kanker, baik stadium awal maupun stadium lanjut maupun stadium akhir. 
iklan di sini

0 komentar:

Post a Comment