Copyright @ 2014 Prulintang, Alright Reserved. Powered by Blogger.

Mengenal Dasar-Dasar Reksa Dana dan Tips-Tips Sebelum Investasi di Reksadana

Sebelum melakukan investasi di reksadana, sebaiknya pahami dan pelajari terlebih dahulu bagaimana cara berinvestasi di reksa dana dengan tips-tips di bawah ini.


1. Apa yang dimaksud dengan reksadana?

Sebuah reksa dana menampung uang dari ratusan bahkan ribuan investor untuk membentuk satu portofolio yang terdiri atas saham, obligasi, real estate, dan sekuritas-sekuritas lain, sesuai dengan portololio yang dipilihnya. Setiap investor mendapatkan hasil investasi dari masing-masing portofolio itu sesuai alokasinya masing-masing. 

2. Reksa dana dibuat mudah untuk melakukan diversifikasi 

Sebagian reksa dana hanya mensyaratkan investasi minimal yang cukup moderat, mulai dari beberapa puluh ribu rupiah atau beberapa dollar hingga beberapa ratus dollar atau bebrapa juta rupiah, yang memudahkan para investor untuk membentuk diversifikasi portofolionya dengan lebih murah dan mereka dapat memilikinya.

3. Ada banyak jenis reksadana saham 

Jumlah kategori reksa dana memusingkan. Beberapa contoh di antaranya: reksa dana pertumbuhan, yang membeli saham-saham perusahaan yang sedang berkembang; reksa dana sektor, yang membeli saham dari perusahaan-perusahaan di sektor tertentu, seperti teknologi atau layanan kesehatan; reksa dana indeks, yang membeli saham-saham dari setiap saham di indeks tertentu, seperti S&P 500, Indeks Harga Saham Gabungan, dan sebagainya. 

4. Reksa dana obligasi muncul dalam bentuk yang beragam juga 

Ada banyak jenis reksa dana yang bisa dipilih sesuai selera. Jika Anda menginginkan investasi yang aman, pertimbangkanlah untuk memilih reksadana obligasi pemerintah, namun jika Anda mau gambling pada investasi resiko tinggi, cobalah reksadana yang memiliki return tinggi; dan jika Anda ingin membayar tagihan pajak yang rendah, cobalah reksadana level lokal saja. 

5. Hasil investasi bukanlah segalanya, pertimbangkan juga resiko yang akan dihadapi untuk mendapatkan hasil investasi yang Anda inginkan 

Sebelum membeli reksa dana, perhatikan seberapa berisiko investasinya. Apakah Anda bisa mentoleransi market swing untuk membidik investasi dengan hasil investasi yang tinggi? Jika tidak, pilihlah reksa dana dengan resiko rendah. Unutk menilai tingkat resiko, perhatikan tiga faktor ini: kerugian terbesar dari reksa dana itu dalam kuartal, yang akan membantu Anda membatasi hal-hal terburuk; versi betanya, yang mengukur volatilitas reksadana itu terhadap S&P 500 (jika di AS) atau IHSG; dan standar deviasinya, yang menunjukkan seberapa besar bounce (naik turunnya) dibandingkan dengan return rata-rata.

6. Biaya pengelolaan yang rendah itu penting untuk diperhatikan 

Untuk menutup biaya-biaya operasional - dan agar untung - reksa dana akan mengenakan biaya dari semua aset. Jika tidak lebih dari 5 persen per tahun, biaya-biaya itu tidak masalah, dengan syarat perusahaan manajer investasi reksadana Anda benar-benar melakukan pengelolaan kinerja investasinya dengan sangat baik sepanjang waktu. 

7. Perhatikan masalah pajak, pajak bisa menjadi bagian yang cukup menggigit terhadap kinerja investasi 

Meskipun Anda tidak menjual saham Anda, Anda bisa saja masih harus terjebak dengan pungutan pajak. Tanyakan lebih lanjut pada manajer investasi Anda mengenai sistem pajak yang dikenakan pada investasi Anda. Pertimbangkan. 

8. Jangan mengejar pemenang

Reksa dana yang memiliki peringkat sangat tinggi selama satu periode jarang berakhir di puncak pada periode-periode berikutnya. Ketika memilih reksa dana, perhatikan konsistensi hasilnya untuk jangka yang cukup panjang. 

9. Sebaiknya komponen portofolio Anda sebagian besaar masukkan ke reksa dana indeks

Reksa dana indeks memiliki track record kinerja patokan pasar, seperti Indeks Harga Saham Gabungan. Reksa dana pasif semacam itu menawarkan sejumlah keuntungan atas saham aktif: reksa dana indeks cenderung untuk mengenakan biaya-biaya yang lebih rendah dan pajak yang lebih efisien, dan tidak ada resiko jika manajer investasi mengambil perubahan secara tiba-tiba. Di samping itu, reksadana yang paling aktif kinerjanya sesuai IHSG.

10. Jangan tergesa-gesa menggeser reksadana Anda

Kadang sebuah portofolio reksa dana bisa - dan mungkin akan - off selama setahun. Meskipun Anda mungkin tergoda utnuk menjual rugi portofolio Anda, pertama-tama periksalah apakah portofolio yang Anda miliki itu merupakan reksa dana yang pantas dipertimbangkan selama dua tahun atau lebih. Jika belum, lebih baik biarkan. Namun, jika pendapatannya selalu di bawah normal, mungkin inilah saatnya Anda harus berpindah.

Siap berinvestasi di reksadana? Hubungi manajer investasi yang Anda percayai.
iklan di sini

0 komentar:

Post a Comment