Penyakit Stroke: Kenali Gejalanya dan Cara Menanganinya
Penyakit stroke memiliki dampak yang besar pada seseorang. Stroke tidak hanya menyerang orang yang sudah tua, ia juga menyerang generasi muda. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang dirilis bulan Juni lalu, menyatakan bahwa kejadian stroke di India adalah sekitar 130 orang per 100.000 setiap tahunnya.
Stroke adalah "serangan otak" yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu. Aliran darahke dalam sel otak menurun yang menyebabkan berkurangnya pasokan oksigen dan nutrisi. Hal ini menyebabkan nekrosis dan kematian sel-sel otak.
Tipe stroke ini diakibatkan oleh hambatan pembuluh darah dalam otak atau leher yang disebut sebagai stroke ishemic dan seringkali merupakan penyebab stoke. Sumbatan pembuluh darah bisa diakibatkan oleh pembentukan pembekuan dalam pembuluh darah. Ketika pembekuan ini berpindah dari satu bagian tubuh ke bagian yang lain (misalnya dari jantung atau leher atau otak), hal itu menyebabkan sumbatan aliran darah pada daerah itu. Sumbatan pembuluh darah ini juga bisa disebabkan oleh penyempitan pada area otak yang bisa menyebabkan stroke.
Bagian otak yang terkena dampak dari sroke menyebabkan paralisis bagian tubuh yang dikendalikan oleh bagian otak tersebut. Akibatnya adalah gangguan bahasa, keterampilan motorik, atau menyebabkan kelumpuhan lainnya.
Stroke dapat menyerang siapapun dari semua kelompok umur. Akan tetapi orang dewasa yang berumur di atas 45 tahun memiliki resiko serangan ishemic yang lebih tinggi. Menurut WHO, 15 juta orang di seluruh dunia terkena stroke setiap tahunnya, yang mana 5 juta di antaranya meninggal dunia dan 5 juta lainnya cacat permanen.
Setiap dua detik, satu orang di seluruh dunia terkena stroke. Dan setiap 6 detik, satu orang meninggal dunia karena serangan stroke ini. Setiap 6 detik, kualitas hidup seseorang akan berubah selamanya, mereka akan cacat fisik karena stroke. Namun setelah adanya penelitian, 80 persen dari kasus-kasus stroke dapat dicegah. Perlu dipelajari untuk memahami faktor-faktor resiko dan mempertahankan gaya hidup sehat.
Stroke adalah satu kondisi darurat!
Jika tertangani secepatnya, sebetulnya stroke dapat diobati. Ada satu periode waktu yang sangat singkat, yang disebut "Waktu Emas", yaitu jam-jam awal di mana orang mendapatkan penangangan medis, maka ada peluang untuk menyembuhkan stroke. Stroke menyebabkan cidera pada otak. Sebagai akibatnya, orang yang mengetahuinya bisa saja tidak mengetahui jika korban mengalami serangan stroke. korban stroke mendapatkan peluang terbaik untuk sembuh jika orang mengetahui tanda-tandanya dan bertindak dengan cepat. Stroke adalah kondisi darurat medis di mana setiap menitnya sangat berarti. Semakin lama aliran darah terhenti ke otak, semakin bahaya.
Pertolongan pertama pada penderita stroke: Jika And amenduga seseorang telah mengalami stroke gunakan panduan FAST (Face-Arm-Speech-Time):
F - Face weakness (Kelemahan pada wajah): orang yang terkena serangan stroke tidak dapat tersenyum dan mata dan/atau matanya layu.
A - Arm weakness (Kelemahan pada lengan): orang yang terkena stroke tidak dapat mengangkat tangannya.
S - Speech problems (Masalah kemampuan bicara): Orang yang terkena stroke tidak dapat berbicara dengan jelas atau tidak dapat memahami kata-kata yang diucapkan.
T - Time to Call medical emergency help (Waktunya menghubungi UGD) jika Anda menduga orang itu telah terkena stroke.
Demikian, jika Anda orang awam, bukan tenaga medis, dan mengetahui tiba-tiba ada orang di dekat Anda pingsan dan terjadi pendarahan otak, dan setelah siuman responnya lambat mulai dari respon waah, respon tangan, dan respon terhadap ucapan, kemungkinan ia mengalami stroke.
Penanganan tercepat dan terbaik adalah segera hubungi UGD atau dokter atau tim medis terdekat untuk mendapatkan penangan secepatnya sehingga dapat disembuhkan.

0 komentar:
Post a Comment